Dalam aktivitas impor dari China, importir Indonesia sangat sering menggunakan Alipay sebagai metode pembayaran utama. Baik saat berbelanja di Taobao, 1688, dan Tmall, maupun ketika membayar langsung ke supplier, pelaku usaha memilih Alipay karena prosesnya cepat dan sistemnya praktis.
Namun demikian, dalam praktiknya banyak importir Indonesia menghadapi kendala limit transfer Alipay. Batasan ini sering menghambat pembayaran, terutama ketika importir harus menyelesaikan transaksi dalam nominal besar. Akibatnya, proses impor pun tidak berjalan optimal.
Mengenal Limit Transfer Alipay
Pada dasarnya, limit transfer Alipay menunjukkan batas maksimum transaksi yang dapat dilakukan oleh sebuah akun dalam periode tertentu. Sistem Alipay menetapkan batas ini untuk menjaga keamanan dan kepatuhan regulasi.
Secara umum, Alipay menentukan limit berdasarkan beberapa faktor berikut:
Pertama, tingkat verifikasi akun
Selain itu, jenis akun, baik personal maupun bisnis
Selanjutnya, riwayat aktivitas transaksi
Terakhir, kebijakan internal Alipay
Oleh karena itu, pada akun personal yang belum melewati verifikasi penuh, Alipay biasanya menetapkan limit relatif rendah. Kondisi ini jelas tidak mencukupi kebutuhan impor skala bisnis.
Kendala yang Sering Dialami Importir
Ketika limit Alipay terlalu rendah, importir langsung merasakan dampaknya dalam proses pembayaran. Dalam banyak kasus, kendala ini menimbulkan gangguan operasional.
Beberapa masalah yang paling sering muncul antara lain:
Pertama, importir menunda pembayaran ke supplier
Selain itu, importir tidak dapat melunasi pesanan dalam satu transaksi
Akibatnya, importir harus memecah pembayaran menjadi beberapa kali
Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan keterlambatan pengiriman barang
Jika kondisi tersebut terus berlanjut, hubungan bisnis dengan supplier juga dapat terganggu.
Mengapa Limit Transfer Alipay Bisa Terjadi?
Pada umumnya, limit Alipay muncul karena sistem menilai akun memiliki keterbatasan tertentu. Terutama bagi pengguna non-China, hambatan ini sering kali sulit dihindari.
Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:
Pertama, akun belum melakukan verifikasi real name
Selain itu, akun tidak terhubung dengan rekening bank China
Selanjutnya, sistem menilai aktivitas transaksi tidak wajar
Di sisi lain, pengguna memakai akun personal untuk kebutuhan bisnis
Karena keterbatasan dokumen dan regulasi, pengguna di luar China sering kesulitan meningkatkan level akun Alipay mereka.
Alternatif Solusi yang Banyak Digunakan Importir
Untuk mengatasi kendala tersebut, banyak importir memilih menggunakan layanan pihak ketiga atau jasa remittance sebagai perantara pembayaran ke China.
Dengan metode ini, importir cukup membayar dalam Rupiah, kemudian penyedia jasa akan meneruskan dana dalam bentuk RMB langsung ke akun Alipay supplier.
Pendekatan ini semakin diminati karena menawarkan beberapa keuntungan, antara lain:
Importir tidak perlu memiliki akun Alipay sendiri
Transaksi tidak terdampak limit akun pribadi
Pembayaran lebih fleksibel untuk nominal besar
Proses relatif cepat dan efisien
Dengan demikian, importir dapat tetap menjalankan transaksi tanpa terhambat batasan teknis Alipay.
Peran Jasaremit.com dalam Proses Pembayaran
Sebagai salah satu penyedia jasa remittance, jasaremit.com membantu importir Indonesia melakukan pembayaran ke Alipay supplier secara praktis. Melalui layanan ini, importir dapat menyelesaikan transaksi lintas negara dengan lebih sederhana.
Dalam praktiknya, importir sering menggunakan jasaremit.com untuk:
Pembayaran ke supplier 1688
Pelunasan order Taobao dan Tmall
Pembayaran invoice Alibaba
Transfer langsung ke akun Alipay perusahaan China
Dengan adanya layanan ini, importir dapat lebih fokus pada aktivitas bisnis inti tanpa harus menghadapi kendala teknis sistem pembayaran.


