Pengertian Kubikasi dalam Pengiriman Barang

Dalam dunia logistik dan pengiriman barang, istilah kubikasi memegang peranan yang sangat penting. Terutama pada layanan ekspedisi cargo darat, laut, maupun udara, perusahaan logistik menjadikan kubikasi sebagai dasar utama perhitungan tarif pengiriman.

Selain itu, metode ini sangat relevan untuk barang berukuran besar, ringan, atau memiliki volume yang tidak sebanding dengan beratnya. Oleh sebab itu, pemahaman tentang kubikasi membantu pengirim menghindari kesalahan estimasi biaya sejak awal proses pengiriman.

Agar perhitungan ongkir tidak keliru, berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian kubikasi dan cara menghitungnya dengan benar.

1. Apa Itu Kubikasi dalam Pengiriman Barang?

Kubikasi merupakan metode perhitungan biaya kirim berdasarkan volume atau ukuran barang, bukan hanya berdasarkan berat.

Dalam praktik pengiriman cargo, banyak barang memiliki bobot ringan tetapi memakan ruang cukup besar. Jika ekspedisi hanya menghitung berat, armada berpotensi kehilangan kapasitas muat yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara optimal.

Karena alasan tersebut, perusahaan ekspedisi menerapkan sistem kubikasi untuk menghitung volume barang dalam satuan meter kubik (m³) sebagai dasar penentuan tarif.

2. Mengapa Kubikasi Penting dalam Ekspedisi?

Kubikasi memiliki peran penting karena membantu ekspedisi mengatur ruang muat secara efisien. Selain itu, metode ini juga memungkinkan perusahaan menetapkan tarif yang lebih adil.

Secara khusus, kubikasi digunakan untuk:

  • Menentukan kebutuhan ruang di kendaraan atau kontainer

  • Menghitung tarif barang berukuran besar

  • Menyesuaikan biaya dengan kapasitas armada

  • Menghindari kerugian akibat barang besar namun ringan

  • Mengoptimalkan efisiensi penataan muatan

Sebagai contoh, barang seperti kasur, sofa, lemari, dan box besar hampir selalu menggunakan perhitungan kubikasi.

3. Barang Apa Saja yang Dihitung dengan Kubikasi?

Pada umumnya, ekspedisi menerapkan kubikasi untuk jenis barang berikut:

  • Furniture seperti sofa, meja, dan lemari

  • Elektronik besar seperti kulkas, AC, dan mesin cuci

  • Muatan pindahan dalam kardus besar

  • Barang industri berukuran besar

  • Produk ringan dengan volume besar

Sebaliknya, apabila barang berukuran kecil dan padat, ekspedisi biasanya menghitung tarif berdasarkan berat (kg). Dengan demikian, metode perhitungan selalu menyesuaikan karakter barang yang dikirim.

4. Rumus Kubikasi dalam Pengiriman Barang

Untuk menghitung kubikasi, perusahaan ekspedisi menggunakan rumus standar berikut:

Panjang (cm) × Lebar (cm) × Tinggi (cm) ÷ 1.000.000

Hasil perhitungan tersebut menunjukkan volume barang dalam satuan meter kubik (m³).

Contoh Perhitungan

Ukuran barang:
100 cm × 50 cm × 50 cm

Maka perhitungannya menjadi:

100 × 50 × 50 ÷ 1.000.000 = 0,25 m³

Dengan kata lain, volume barang tersebut adalah 0,25 kubik.

5. Standar Kubikasi Berdasarkan Jenis Pengiriman

Setiap jenis pengiriman memiliki kebijakan yang berbeda. Namun demikian, sebagian besar ekspedisi menggunakan standar berikut:

Cargo Darat

Umumnya, 1 m³ setara dengan 250–300 kg, tergantung kebijakan perusahaan.

Cargo Laut

Untuk pengiriman laut, 1 m³ biasanya dianggap setara dengan 1.000 kg atau 1 ton.

Cargo Udara

Sementara itu, pengiriman udara menggunakan standar 1 m³ = 167 kg atau rumus volumetrik:
Panjang × Lebar × Tinggi ÷ 6.000

Oleh karena itu, pengirim perlu menyesuaikan perhitungan dengan jenis layanan yang dipilih.

6. Contoh Perhitungan Biaya Kirim Berdasarkan Kubikasi

Sebagai ilustrasi, sebuah barang memiliki ukuran:
120 cm × 80 cm × 60 cm

Jika tarif cargo sebesar Rp 800.000 per m³, maka langkah perhitungannya sebagai berikut:

Pertama, hitung volume barang:

120 × 80 × 60 ÷ 1.000.000 = 0,576 m³

Selanjutnya, hitung biaya kirim:

0,576 × 800.000 = Rp 460.800

Dengan demikian, ekspedisi akan menetapkan tarif pengiriman sebesar Rp 460.800.

7. Kapan Barang Tidak Menggunakan Kubikasi?

Meskipun kubikasi sangat umum digunakan, tidak semua barang dihitung dengan metode ini. Biasanya, ekspedisi tidak menerapkan kubikasi jika:

  • Barang berukuran kecil dan padat

  • Berat aktual melebihi berat volumetrik

  • Barang mudah ditumpuk dan tidak memakan banyak ruang

Sebagai contoh, besi, semen, dan sparepart kecil lebih sering dihitung berdasarkan kilogram.

8. Manfaat Kubikasi bagi Pengirim dan Ekspedisi

Manfaat bagi Pengirim

Melalui pemahaman kubikasi, pengirim dapat mengetahui estimasi biaya secara transparan. Selain itu, pengirim juga bisa mengatur kemasan agar lebih efisien dan menekan ongkos kirim.

Manfaat bagi Ekspedisi

Di sisi lain, ekspedisi dapat mengoptimalkan ruang kendaraan, mengatur kapasitas muatan secara akurat, serta menghindari kerugian akibat barang ringan berukuran besar.

Dengan kata lain, kubikasi menguntungkan kedua belah pihak.

Secara keseluruhan, kubikasi merupakan metode perhitungan tarif pengiriman barang berdasarkan volume (m³), khususnya untuk barang berukuran besar atau ringan.

Melalui penerapan kubikasi, ekspedisi dapat menetapkan biaya kirim secara adil dan efisien. Sementara itu, pengirim mampu menghitung estimasi ongkos kirim dengan lebih akurat serta mengoptimalkan pengemasan barang sejak awal.

Oleh sebab itu, memahami konsep kubikasi menjadi langkah penting agar proses pengiriman berjalan lebih transparan, terkontrol, dan profesional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat
Chat JasaRemit

Select Your Language

Please choose your preferred language for the chat:

Your Information

Please provide your details to start the chat:

Your information is secure and will only be used to provide better support.
Chat JasaRemit
Chat JasaRemit
Online
CS Avatar
Hello, Ada yang bisa dibantu?
18:47