Dalam aktivitas belanja di marketplace China seperti 1688, Taobao, dan Tmall, istilah Red Line dan Green Line sering muncul dalam konteks pengiriman internasional, bea cukai, dan forwarder. Kedua istilah ini tidak muncul secara resmi di aplikasi, tetapi umum dipakai oleh seller, pembeli, dan jasa ekspedisi untuk menjelaskan resiko dan perlakuan terhadap barang saat proses pengiriman keluar dari China maupun masuk ke negara tujuan.
Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Pengertian Red Line dan Green Line
Green Line (Jalur Hijau)
Green Line berarti barang aman untuk dikirim dan termasuk kategori low-risk.
Barang yang masuk Green Line biasanya:
Tidak ada larangan ekspor/impor
Tidak ada bahan berbahaya
Tidak membutuhkan izin khusus
Tidak tergolong sensitif
Forwarder bisa mengirim barang ini melalui jalur standar, dan peluang adanya masalah di perjalanan sangat rendah.
Red Line (Jalur Merah)
Red Line berarti barang berisiko tinggi, baik dari sisi:
Regulasi ekspor China
Regulasi impor negara tujuan
Risiko dicegat di bea cukai
Risiko dilarang atau dibatasi
Barang Red Line bisa memicu:
Pemeriksaan tambahan (China & Indonesia)
Penahanan barang
Denda atau retur ke seller
Bahkan penyitaan jika masuk kategori terlarang
2. Kategori Barang yang Masuk Green Line & Red Line
Green Line (Aman dikirim)
Biasanya meliputi:
Pakaian, sepatu, tas
Aksesoris fashion
Barang rumah tangga
Mainan umum
Perlengkapan non-elektronik
Produk plastik sederhana
Barang umum yang tidak mengandung baterai, cairan, atau magnet kuat
Kategori ini paling aman dan jarang bermasalah.
Red Line (Berisiko atau dibatasi)
Kelompok Red Line umumnya termasuk:
1. Barang dengan baterai
Elektronik baterai tanam
Powerbank
Drone
Handphone
2. Barang cair / cream / gel
Kosmetik
Parfum
Cairan kimia
Skincare bertekstur gel
3. Barang berbau (chemical, herbal tertentu)
4. Makanan & suplemen
5. Barang berhak cipta / brand KW
Tas branded KW
Sepatu KW
Kaos brand palsu
6. Barang berbahaya
Magnet kuat
Pisau
Peralatan mesin tertentu
Senjata mainan/logam
7. Produk elektronik tertentu
Yang memerlukan izin SNI atau regulasi khusus.
3. Dampak bagi Pembeli Indonesia
Saat membeli barang Red Line, ada risiko:
Tidak bisa dikirim oleh seller (ditolak ekspedisi China)
Diperlukan jalur pengiriman khusus (harga lebih mahal)
Forwarder menolak atau meminta packing tambahan
Paket tertahan saat proses ekspor China
Paket tertahan Bea Cukai Indonesia
Barang Green Line biasanya:
Lebih murah ongkir
Lebih cepat sampai
Lebih aman
Bisa memakai banyak jenis forwarder
4. Mengapa Marketplace China Memakai Istilah Ini?
Istilah Red Line & Green Line dipakai oleh:
Seller di 1688/Taobao/Tmall untuk menentukan apakah mereka bisa mengirim barang keluar negeri.
Forwarder China–Indonesia untuk klasifikasi risiko barang.
Pembeli internasional agar tahu ongkir dan risiko pengiriman.
Karena barang di China sangat beragam, sistem ini membantu membedakan mana barang yang:
✔ Bisa dikirim
✔ Bisa dikirim tapi butuh jalur khusus
✘ Tidak bisa dikirim sama sekali
5. Tips Belanja Aman di Marketplace China
Beli barang kategori Green Line jika ingin aman & cepat
Tanyakan ke seller apakah “可国际运输” (bisa dikirim internasional)
Jika barang Red Line, gunakan forwarder yang menyediakan layanan khusus
Hindari barang KW jika tidak ingin paket ditahan
Cocokkan aturan impor Indonesia (BPOM, SNI, Post Border)
Kesimpulan
Red Line dan Green Line adalah istilah umum di dunia marketplace China untuk membedakan barang yang aman (Green) dan berisiko/terbatas (Red) dalam proses pengiriman internasional.
Green Line → barang aman, low-risk, mudah dikirim.
Red Line → barang berisiko tinggi, membutuhkan jalur khusus, atau tidak bisa dikirim sama sekali.
Memahami istilah ini membantu Anda memilih barang yang tepat, menghindari masalah pengiriman, dan meminimalisir risiko paket tertahan.

