Perbedaan Red Line dan Green Line dalam Pengiriman Barang

Dalam dunia impor terutama dari China ke Indonesia banyak pengguna jasa ekspedisi mendengar istilah Red Line dan Green Line. Kedua istilah ini merujuk pada alur pemeriksaan di Bea Cukai yang menentukan cepat atau lambatnya barang keluar dari pelabuhan atau bandara.

Memahami kedua jalur ini penting agar Anda tahu risiko, biaya, dan waktu pengiriman barang.


1. Apa Itu Red Line dan Green Line?

Saat barang masuk ke Indonesia, Bea Cukai akan menentukan apakah paket masuk jalur Red Line atau Green Line, berdasarkan hasil analisis sistem pemeriksaan.

Green Line (Jalur Hijau)

Ini adalah jalur yang tanpa pemeriksaan fisik.

Barang hanya diperiksa dokumennya, bukan isi fisiknya.

Red Line (Jalur Merah)

Ini adalah jalur dengan pemeriksaan fisik lengkap.

Bea Cukai akan membuka paket dan memeriksa isi barang untuk memastikan sesuai dengan dokumen.


2. Perbedaan Utama Red Line dan Green Line

AspekGreen LineRed Line
PemeriksaanHanya dokumenDokumen + fisik barang
Waktu prosesLebih cepatLebih lama
Biaya tambahanBiasanya tidak adaBisa ada biaya tambahan (penanganan, gudang, dll.)
Risiko keterlambatanRendahTinggi
Kemungkinan perubahan status barangKecilBisa terjadi penyesuaian nilai barang & pajak
Untuk siapa?Importir terpercaya, barang low-riskBarang berisiko, dokumen tidak lengkap, importir baru

3. Faktor Penyebab Barang Masuk Red Line

Beberapa alasan barang masuk Red Line, antara lain:

✔ 1. Nilai barang mencurigakan

Jika nilai barang dinilai terlalu rendah dibanding pasaran.

✔ 2. Dokumen kurang lengkap

Termasuk invoice tidak jelas atau kategori barang tidak tepat.

✔ 3. Importir belum “trusted”

Importir baru atau belum punya rekam jejak baik.

✔ 4. Barang kategori risiko tinggi

Beberapa kategori sering masuk Red Line, seperti:

  • Elektronik tertentu

  • Kosmetik

  • Mesin

  • Alat kesehatan

  • Barang yang membutuhkan izin khusus

✔ 5. Sistem deteksi risiko Bea Cukai (Risk Management System)

Sistem otomatis yang menentukan jalur sesuai risk profile.


4. Dampak Jika Barang Masuk Red Line

Jika barang Anda masuk Red Line, kemungkinan dampaknya:

  • Proses lebih lama (2–7 hari atau lebih)

  • Ada pemeriksaan fisik oleh petugas

  • Bisa ada penyesuaian nilai barang

  • Potensi kena biaya gudang / storage fee

  • Risiko barang ditahan jika tidak sesuai dokumen


5. Keuntungan Jika Barang Masuk Green Line

  • Barang cepat keluar dari pelabuhan/bandara

  • Tidak ada pembongkaran fisik

  • Minim biaya tambahan

  • Lebih aman untuk importir yang butuh waktu cepat


6. Tips Agar Barang Masuk Green Line (Tidak Masuk Red Line)

✔ Gunakan jasa forwarder yang terpercaya
✔ Pastikan invoice sesuai harga pasar
✔ Pastikan deskripsi barang jelas & lengkap
✔ Importir memiliki rekam jejak yang baik
✔ Hindari under-value (nilai barang terlalu rendah)
✔ Lengkapi persyaratan izin untuk barang tertentu


Kesimpulan

Red Line dan Green Line adalah dua jalur inspeksi di Bea Cukai yang menentukan cepat-lambatnya proses impor Anda.

  • Green Line → Cepat, tanpa pemeriksaan fisik

  • Red Line → Lambat, ada pemeriksaan fisik dan potensi biaya tambahan

Untuk menghindari Red Line, pastikan dokumen lengkap, nilai barang wajar, dan gunakan forwarder yang berpengalaman.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat
Chat JasaRemit

Select Your Language

Please choose your preferred language for the chat:

Your Information

Please provide your details to start the chat:

Your information is secure and will only be used to provide better support.
Chat JasaRemit
Chat JasaRemit
Online
CS Avatar
Hello, Ada yang bisa dibantu?
08:13